tukangterjemah.com

Jasa layanan alih bahasa berbagai dokumen, laporan, makalah, buku dan interpreting baik bahasa Indonesia – Inggris maupun bahasa Inggris – Indonesia.

JadwalSeminar.web.id

Menyediakan informasi seputar seminar, pelatihan, lomba dan event. Update info kamu dengan like Fanspage jadwalseminar

Dream Fashion store

Sedia baju mom and kids. Kunjungi blog dan dapatkan harga menarik

Pasang Iklan anda disini

dapatkan harga menarik kami. hubungi kami dan pasang iklan anda sekarang juga

Pasang Iklan anda disini

dapatkan harga menarik kami. hubungi kami dan pasang iklan anda sekarang juga.

Monday, 30 May 2016

Kisah Ular dan Gergaji


🐍ALKISAH 🐍
Oleh ust UJ AL JOGJAWI

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan & tidak merapihkannya.



Nah ketika ular itu masuk kesana, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.

Serangan yang bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya. Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya utk mengalahkang musuhnya. Ia pun lalu membelit dengan kuat gergaji itu.

Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah, akhirnya ia pun mati binasa. Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tsb di sebelah gergaji kesayangannya.

Sahabat...
Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terluka lebih parah sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Banyaknya perkataan yang terucap & tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.

Tidak ada musuh yang tidak dapat di taklukkan oleh cinta kasih.

Tidak ada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan oleh ketulusan.

Tidak ada kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh ketekunan.

Tidak ada batu keras yang tidak dapat di pecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari diri kita.

Dendam, benci, curiga/pikiran negative apapun itu, sebenarnya bagaikan ular yang membelit gergaji, yg bisa terus menerus muncul dalam pikiran kita, menusuk & membakar batin kita sendiri.

Latihlah setiap saat utk memaafkan, mampu dengan cepat melepaskan & membuang sampah pengotor batin dan pikiran kita.

Kisah Cinta Buya Hamka


Sahabat2ku yang selalu dirindukan dan yang di Rahmati Allah SWT.
Ini ada artikel menarik salah satu tokoh Islam yang sungguh luar biasa perjuangan beliau..
Mudah2an bermanfaat bagi kita semua Aamiin 3x YRA.

"Cinta adalah Kehormatan, Kisah Perjuangan Istri Buya Hamka"



"SAYA diminta berpidato, tapi sebenarnya ibu-ibu dan bapak-bapak sendiri memaklumi bahwa saya tak pandai pidato. Saya bukan tukang pidato seperti Buya Hamka. Pekerjaan saya adalah mengurus tukang pidato dari sejak memasakkan makanan hingga menjaga kesehatannya.”

Itulah kalimat singkat dari Siti Raham binti Endah saat memberikan pidato dalam kunjungan Buya Hamka ke Makassar. Tak disangka, ucapan dari wanita bersahaja itu mendapat sambutan besar dari ribuan hadirin. “Hidup Ummi.. Hidup Ummi!” pekik massa.

Buya Hamka pun meneteskan air mata. Tangis haru dari ulama besar itu mengiringi langkah kaki sang kekasih turun dari panggung. Betapa besar pengorbanan istri tercintanya dalam masa-masa perjuangan. Siti Raham adalah garansi dari ketawadhuan di balik nama besar Buya Hamka.

Kisah cinta mereka dimulai pada 5 April 1929. Kala itu, Siti Raham berusia 15 tahun sedangkan Buya Hamka berumur 21 tahun. Sejak itu, mereka sah menjadi pasangan suami istri. Ya, di sebuah usia para muda-mudi saat ini lebih sibuk memakan rayuan dan menenggak kemaksiatan.



Perjuangan Buya Hamka meminang Siti Raham patutlah ditiru. Tidaklah salah Allah menganugerahi manusia dengan kekuatan akal pikirannya. Buya Hamka kemudian menulis roman berbahasa Minang berjudul “Si Sabariyah”. Buku itu dicetak tiga kali. Dari honor buku itulah Buya membiayai pernikahannya.

Banyak suka dan duka mewarnai perjalanan Buya Hamka merajut rumah tangga. Ulama Muhammadiyah itu tidak salah memilih Siti Raham. Di saat ujian datang, wanita kelahiran 1914 ini tampil sebagai motivasi baginya. Tanpa mengeluh maupun gulana.

“Kami hidup dalam suasana miskin. Sembahyang saja terpaksa berganti-ganti, karena di rumah hanya ada sehelai kain,” tutur Hamka dalam buku biografi “Pribadi dan Martabat Buya Prof Dr. Hamka” karangan Rusydi Hamka.

Puncak kemiskinan dua sejoli ini terjadi ketika lahir anak ketiga, yaitu Rusydi Hamka. Dia dilahirkan di kamar asrama, Kulliyatul Mubalighin, Padang Panjang pada 1935 sedangkan anak pertama Buya Hamka, bernama Hisyam, meninggal dalam usia lima tahun. Besarnya beban ekonomi ditambah kerasnya penjajahan, membuat Hamka harus memutar otak untuk membiayai anak-anaknya.

Dalam kondisi diliputi kemiskinan, pergilah Hamka ke Medan untuk bekerja di Majalah Pedoman Masyarakat. Di kota yang kini menjadi ibukota Sumatera Utara itu, Hamka tinggal selama sebelas tahun.

Menurut penuturan Rusydi Hamka, saat itulah dia menyaksikan dan mengalami kesulitan-kesulitan hidup kedua orang tuanya. Di balik tanggung jawab sang ayah, tak lupa kesetiaan Siti Raham senantiasa bersamanya. Wanita tegar itu senantiasa menjalankan amanah Buya Hamka untuk menjadi istri yang taat suami dan mendidik anak-anak di kala Buya tiada bersamanya.



Dengan kondisi pas-pasan, Buya Hamka mampu menahkodai rumah tangga dengan tujuh orang anak. Itu belum ditambah beberapa kemenakan yang ikut dibiayai Buya Hamka. Sebab dalam adat Minang, seorang Mamak punya tanggung jawab terhadap kemenakan dan saudara perempuannya.

Rusydi mengatakan Hamka adalah orang yang biasa-biasa saja. Berbeda dengan pria keturunan Minang yang pandai berdagang, Buya Hamka bukanlah orang yang mewarisi bakat berbisnis. Hamka juga bukanlah orang yang makan gaji dari pemerintah.

“Ketika pindah ke Padang Panjang dalam suasana revolusi, ayah jelas tak punya sumber kehidupan tetap yang diharapkan setiap bulan,” terang Rusydi Hamka.

Saat memimpin Muhammadiyah di Sumatera Barat, Buya Hamka kerap keliling kampung untuk berdakwah. Perjalanan itu kerap dilaluinya dengan bendi maupun berjalan kaki. Hal itu dilakukan selama berhari-hari tanpa pulang ke rumah.

Maka saat menemui istrinya di rumah, pertanyaan yang sering diutarakan Buya Hamka adalah "Apakah anak-anak (bisa) makan hingga Buya Hamka sengaja menepuk perut anak-anaknya untuk mengetahui apakah buah hatinya lapar atau kenyang.

Di sinilah, Siti Raham sukses menjalankan amanah sebagai ibu. Agar anak-anaknya tidak kelaparan, Siti Raham rela menjual harta simpanannya. Beliau bukanlah wanita menjadikan perhiasan sebagai makhota karena makhota sejatinya adalah Buya Hamka dan keluarga.

Maka, kalung, gelang emas, dan kain batik halus yang dibelinya di Medan terpaksa dijual di bawah harga demi membeli beras dan membayar uang sekolah anak-anak. Biarlah dirinya kesusahan, asal perut anak-anaknya tidak kelaparan dan tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Kerapa kali dirinya meneteskan air mata, ketika membuka almarinya untuk mengambil kain-kain simpanannya untuk dijual ke pasar. Tak tega melihat istrinya terus menguras hartanya, Buya Hamka sontak mengeluarkan beberapa helai kain Bugisnya untuk dijual. Namun, sang istri mencegahnya.

“Kain Angku Haji jangan dijual, biar kain saya saja. Karena Angku Haji sering keluar rumah. Di luar jangan sampai Angku Haji kelihatan sebagai orang miskin,” ujarnya.

Demikianlah dalam keadaan sederhana Siti Raham masih mempertimbangkan kehormatan suaminya. Apa saja dilakukannya agar Buya Hamka tidak terlihat lusuh di mata jama’ah dan masyarakat. Dari mulai memikirkan pakaian hingga membersihkan kopiah bila Buya Hamka hendak keluar karena cinta adalah kehormatan.

Maka, melihat Buya Hamka menangis saat dirinya turun dari mimbar pidato di Makassar, sang istri hanya bisa tersenyum, “Kan yang ummi pidatokan itu kenyataannya saja.”
 Maka, sepeninggal Ummi Siti Raham, konon Buya Hamka sering bersenandung, dalam kesendirian dan dengan suara lirih. Beliau juga menghabiskan waktu 5-6 jam untuk membaca Al-Qur'an dan sering melaksanakan shalat taubat.

Suatu ketika, putra beliau, Irfan, menanyakan kenapa ayahnya kuat sekali mengaji dan sering shalat taubat.
“Kau tahu, Irfan. Ayah dan Ummi telah berpuluh-puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, Ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun, bila ingatan Ayah kepada Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah shalat taubat dua rakaat, kemudian Ayah mengaji. Ayah berupaya mengalihkannya dan memusatkan pikiran dan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah,” jawab Buya Hamka.
Wallahu a'lam bishawab.

Sunday, 29 May 2016

Belajar dari Anak Kecil


Sekedar cerita,...mungkin dapat diambil hikmahnya..
           
BELAJAR DARI ANAK KECIL


 Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :

“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya :

“Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”
“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu :

” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”
“Ketika saya masih TK, pak”

Tak terasa air mataku menetes :

“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :

“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Radit menyalami tanganku dan menciumnya.

“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Allah.. Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… Aku bergegas menuju  Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.

Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku.

lmuwan Temukan Keajaiban dalam Air Zamzam


Seorang ilmuwan asal Jepang dari Universitas Tokyo, Masaru Emoton, melakukan penelitian terhadap air Zamzam setelah bertemu dengan salah satu muridnya yang berasal dari Arab Saudi. Hasil penelitian air Zamzam yang dilakukan Emoton pun sangat mengejutkan.


Mengutip Majestic Islam, Selasa (18/8/2015), Emoton melakukan penelitian terhadap air Zamzam setelah sebelumnya ia juga meneliti komposisi tetesan air salju yang ternyata memiliki komposisi yang sangat unik. Saat memutuskan melakukan penelitian atas rekomendasi salah satu mahasiswanya, ilmuwan tersebut mengungkap jika ia sama sekali tidak bisa melakukan proses pengkristalan terhadap air Zamzam.

Emoton menjelaskan, ketika ia mencoba melakukan proses kristalisasi ia menemukan dua kristal berbentuk unik pada air Zamzam. Saat ia menanyakan mengapat terdapat dua kristal pada asir Zamzam, sang mahasiswa asal Arab Saudi menjawab jika hal itu disebabkan air Zamzam terdiri dari dua kata yakni “Zam” dan “Zam”.

"Rekan Muslim saya menawarkan untuk membaca ayat-ayat Alquran di atas air tersebut. Dia membawa tape recorder dan memainkan beberapa ayat-ayat Alquran, dan kami mendapati kristal yang paling berbentuk sempurna. Kemudian ia memainkan 99 nama Allah (Yang Maha Kuasa), Setiap nama suci tersebut menghasilkan sebuah kristal yang berbentuk unik,” ujar Emoton.


"Saya telah membuktikan bahwa air (Zamzam), dengan kecairan cair aneh, mampu berpikir, merasakan, dan semakin bersemangat, serta mengekspresikan dirinya sendiri," tambah Emoton.

Selain itu, dalam buku terbitannya yang berjudul “Message From Water”, Emoton menulis jika satu tetes air Zamzam dicampur dengan seribu tetes air biasa, maka air tersebut memiliki khasiat setara air Zamzam.

Ilmuwan tersebut juga menemukan bahwa saat seorang Muslim mengatakan “Bismillah” sebelum makan atau minum, maka air biasa tersebut akan secara ajaib berubah menjadi air kualitas terbaik. Emoton juga menyebut jika seseorang melafalkan Alquran pada air biasa, maka air tersebut akan memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit yang berbeda.

"TEMPELENG AJA" kalau anda ditanya BENARKAH TUHAN ITU ADA??? (

TEMPELENG AJA" kalau anda  ditanya BENARKAH TUHAN ITU ADA???

(3 Pertanyaan, 1 Jawaban)


👦Adalah seorang pemuda yang lama sekolah di Russia, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (Ustadz) /siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

👦Pemuda :(Dengan nada SOMBONG pemuda itu bertanya) "Anda siapa...?? dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??"

💂Ustadz : "Saya hanyalah hamba ALLAH & dengan se-izin-NYA saya akan menjawab pertanyaan anda"

👦Pemuda :(Tetap dengan nada SOMBONG), "Anda yakin..?!! sedang profesor & banyak orang pintar tidak mampu menjwb pertanyaan saya".

💂Ustadz : "Insya Allah saya akan mencoba sejauh kemampuan saya..!!"

👦Pemuda : "Saya punya 3 buah pertanyaan..?!!

1⃣ Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya..?!!

2⃣ Apakah yang dinamakan TAKDIR..?!!

3⃣ Kalau SETAN diciptakan dari api, knapa dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yg sama..?!! Apakah TUHAN tdk pernah berfikir sejauh itu..?!!

✅ Tiba-tiba pemuka agama tsb MENAMPAR pipi si pemuda SOMBONG dgn keras.

👦(Sambil menahan sakit) si Pemuda berkata : "Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??"

💂Ustadz : "Sy tdk marah..!! TAMPARAN itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yg anda ajukan kepada saya...!!"

👦Pemuda : "Saya sungguh-sungguh tidak mengerti..?!!"

💂Ustadz : "Bagaimana rasanya tamparan saya..?!!"

👦Pemuda : "Tentu saja saya merasakan sakit..!!"

💂Ustadz : "Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada..?!!"

👦Pemuda : "Ya.. saya Percaya..!!"

💂Ustadz : "Tunjukkan pada saya wujud sakit itu..?!!"

👦Pemuda : "Saya tidak bisa..!!"

💂Ustadz : "Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujud-NYA.

💂Ustadz : "Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..?!!"

👦Pemuda : "Tidak..!!"

💂Ustadz : "Itulah yang dinamakan TAKDIR..!!"

💂Ustadz : "Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda..?!!"

👦Pemuda : "Kulit..!!"

💂Ustadz : "Terbuat dari apa pipi Anda..?!!"

👦Pemuda : "Kulit..!!"

💂Ustadz : "Bagaimana rasanya tamparan saya..?!!"

👦Pemuda : "Sakit..!!"

💂Ustadz : "Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan mjd tempat menyakitkan bagi setan".

✳MASIHKAH ANDA MERAGUKAN KEHADIRAN 'TUHAN' DALAM HARI-HARI ANDA..?!!

✅Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini.

✅Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka km jg akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat..

✅Ada 2 pilihan utk Anda :

1⃣ Biarkan hal ini tanpa bermanfaat untuk orang lain.

2⃣ Anda sebarkan pada semua kenalan anda.

✔Rasul SAW bersabda :
"Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yg menyampai-kan sudah tiada (meninggal  dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.. 👍🙏👏.

Semoga bermanfaat...

Saturday, 28 May 2016

Cerita jeep tanpa mesin


BAGI ALLAH TAK ADA YANG MUSTAHIL

Seorang pria muda yang bekerja di Angkatan Darat Jepang yang selalu dihina karena ia percaya kepada ALLAH


Suatu hari kaptennya berniat untuk mempermalukan dia dihadapan para tentara. Ia memanggil anak muda tersebut dan berkata : anak muda kemarilah, ambil kunci ini dan parkirkan mobil jeep itu didepan.

Anak muda tersebut menjawab : "saya tidak bisa menyetir mobil kapten,"
Sang kapten berkata : " baiklah kamu meminta PERTOLONGAN dari TUHANmu , TUNJUKKAN BAHWA DIA ADA ,

Anak muda tersebut mengambil kunci mobil dan melangkah ke jeep tersebut dan Mulai Berdoa, anak muda itu memarkirkan jeep tersebut dengan baik dan sempurna di tempat yang kaptennya inginkan, anak muda tersebut keluar dari jeep itu dan melihat mereka semuanya Menangis,

Mereka bersama-sama mengatakan : " Kami mau melayani TUHANmu"
Tentara muda tersebut kaget dan bertanya : "apa yang terjadi" ?
Kapten tersebut menangis membuka kap mesin jeep tersebut lalu menunjukkan kepada anak muda tersebut bahwa mobil tersebut sebenarnya tidak ada mesinnya.

Lalu anak muda tersebut berkata : " Lihatlah, Inilah TUHAN yang aku layani,
TUHAN yang BISA MELAKUKAN yang TIDAK MUNGKIN menjadi mungkin, TUHAN yang MEMBERIKAN HIDUP kepada apa yang tidak ada, Anda mungkin berpikir masih ada banyak hal yang "tidak mungkin bisa terjadi ", TETAPI BERSAMA TUHAN SEMUANYA BISA TERJADI ..
Keep.

Kisah Seorang Tukang Cukur


Ada seseorang pergi ke tukang cukur untuk memotong rambut dan mencukur jenggotnya. Sewaktu si pemangkas rambut memulai pekerjaannya, mereka mulai bercakap-cakap tentang berbagai hal.


Tatkala mereka menyinggung tentang Tuhan, si tukang cukur itu mengatakan, “Aku tidak percaya bahwa Tuhan itu ada!”
“Mengapa Anda mengatakan hal itu?” tanya pelanggannya.
“Nah, Anda hanya perlu keluar ke jalanan untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Sebagai contoh, bila Tuhan memang ada mengapa terdapat begitu banyak orang sakit? Mengapa banyak anak-anak kecil yang ditinggalkan orang tua mereka? Bila memang ada Tuhan, pasti tidak ada penderitaan dan kesakitan. Aku tidak membayangkan ada Tuhan yang Maha Kasih yang mengijinkan hal-hal seperti itu terjadi.”

Pelanggan itu berpikir sejenak, namun tidak mengatakan apa-apa, karena ia tidak ingin berdebat. Setelah tukang cukur itu menyelesaikan pekerjaannya, pelanggan itu meninggalkan tempat tersebut. Baru saja ia keluar jalan, ia melihat seorang dengan rambut gondrong, dekil serba kotor dengan jenggot dan cambang yang tidak terpelihara.

Pelanggan itu kembali kepada tukang cukur dan berkata, “Anda tahu, di dunia ini tidak ada tukang cukur!”
“Bagaimana Anda bisa mengatakan itu?” tanya tukang cukur dengan terkejut. “Aku ada di sini dan bukankah aku yang baru saja memotong rambut dan merapihkan jenggotmu?”
“Tidak!” Pelanggan itu bersikukuh dengan pendapatnya. “Tukang cukur itu tidak ada! Karena, bila mereka ada, tentu tidak ada orang yang mempunyai rambut gondrong dan jenggot yang tidak beraturan seperti orang di luar sana.”
“Ah, namun tukang cukur itu tetap ada!” jawab tukang cukur. “Hanya orang itu saja yang tidak datang kepadaku untuk dirapihkan rambut dan jenggotnya.”
“Itu tepat sekali!” kata pelanggannya. “Itulah yang kumaksudkan! Tuhan pun ada! Namun, apa yang terjadi? Manusia tidak datang kepada-Nya dan tidak mencari-Nya. Itulah sebabnya terdapat begitu banyak kesengsaraan dan penderitaan di dunia.”



Dikutip dari cermin kehidupan LINE

Pesan Anies Baswedan - Selamat Hari Pendidikan untuk anak muda yang belajar di perantauan


Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.


Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.


Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.


Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.


Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!


Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.


Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.


Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.


Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.


Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui  harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.


Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!


Salam,


Anies Baswedan.