Blog ini memuat berbagai karya tulis, seperti sastra, cerpen, puisi, News, tentang Kalteng, tutorial, informasi, pengalaman, dan karya tulis lainnya

Saturday, 5 September 2015

Cerita serba serbi asrama

Perkenalkan, namaku choirul fuadi. Aku berasal dari sebuah desa kecil didaerah Pangkalan Banteng, kabupaten kotawaringin barat, Kalteng. Aku adalah seorang mahasiswa jurusan tarbiyah, program studi Tadris Bahasa Inggris, STAIN Palangka raya. Aku sekarang sudah berada di semester 6. Dengan semester ku sekarang, aku jadi mahasiswa yang lumayan sibuk dengan beragam kegiatan. Aku sendiri adalah salah satu senior di asrama putra STAIN Palangka Raya. Jumlah kami ada 9 orang, sehingga kami dijuluki tim 9 oleh pembina kami.
Motivasi ku menjadi senior adalah untuk mengabdikan diri kepada kampus, agama, negara serta berbagi ilmu dengan teman-teman mahasiswa baru. Ilmu yang kita dapat jika tidak diamalkan maka akan hilang, begitu pikirku. Sebenarnya saat itu aku sedang dalam sibuk-sibuknya dengan kuliah maupun organisasi. Tapi ketika aku melihat pengumuman tentang penerimaan senior untuk asrama Ma’had al-jami’ah yang baru, aku langsung tertarik untuk mendaftar. Berbekal dengan ilmu yang ada, akhirnya aku putuskan untuk mendaftar. Syarat untuk menjadi senior pun mudah, salah satunya cukup mengusai salah satu bahasa (Arab atau Inggris) dan bisa berbicara dengan kedua bahasa itu meski pasif.
My self when was in undergraduated of STAIN Palangka Raya
****
Hari itu, aku dan arifin pergi ke ruangan PK3 untuk mendaftar. Ternyata baru ada satu orang yang mendaftar. Dalam hati, pasti bisa diterima ini. Tapi, ternyata ada tes terlebih dahulu sebelum jadi senior. Beberapa minggu kemudian, tiba saatnya, yakni tes. Aku buka pintu dan kulihat ada dua orang yang siap mengetes diriku, mereka adalah Mr.Eka dan Mr.Luqman. Dalam hati berkata, mungkin mereka akan memberikan sejuta pertanyaan dan ujian.
Dengan membaca bismilah, langsung saja ku buka pintu dengan tangan gemetar, kemudian kumasuki ruangan dengan hati dag dig dug. Ternyata benar, mereka memberiku sejuta pertanyaan. Pertama, mereka menyakan tentang motivasiku. Setelah itu tes bahasa (aku disuruh cerita mengenai keluarga, dalam bahasa inggris tentunya). Setelah itu, tes membaca al-qur’an. Huft, alhamdulillah, selesai sudah ujiannya. Aku merupakan salah satu dari 40 pendaftar untuk menjadi calon senior di asrama putra.
****
Setelah Liburan semester 4 berakhir, kami kembali ke palangka raya. Aku mendapat kabar bahwa aku terpilih menjadi senior. Dari 40 orang pendaftar,  ternyata hanya dipilih 24 orang saja. Terdiri atas 9 senior laki-laki dan 15 senior putri. Aku kemudian  pindah rumah, yakni asrama. Kami para mahasiswa putra menempati asrama ulin nuha yang dulunya merupakan asrama yang hanya untuk mahasiswa bahasa inggris. Sedang, untuk mahasiswa putri mereka menempati asrama baru yang bangunanya kayak hotel bintang 4. Besar, luas dan 4 lantai lagi. Serta terdapat 2 kolam didepannya. Kami cukup iri dibuatnya, tapi bersyukur karna meski bangunan ini sudah ada sejak dulu, tapi baru 2 bulan yang lalu selesai dipugar.
Saya dan senior putra yang lain sudah bertempat tinggal diasrama lebih dulu dari mahasiswa baru. Kami mengatur kamar dan mempersiapkan untuk menyambut mahasiswa baru yang akan tinggal disini. Mereka adalah baihaki, ajahari, iswan, syamsu, arifin, zainuri, ahmada dan mitra. Saya dan baihaki menempati kamar yang sama, yakni kamar didekat koridor dan wc.
Banyak cerita yang terjadi dikamar ini. Awal-awal dulu, kamar kami sempat terkena banjir hingga beberapa hari. Hal itu terjadi, karna sebelah kamar kami adalah wc dan dinding penyekat itu ada lubang kecil sehingga air bisa masuk ketika air di penampungan kamar mandi penuh. Semua lantai dan barang-barang kami pun terkena air. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang itu karna kami masih dimasjid. Selama beberapa hari kami mengungsi ke kamar senior lain. setelah dinding itu diperbaiki, kami pun bisa kembali ke kamar kami lagi.
***
Sometime we need a refreshing
 Malam itu adalah malam yang paling berkesan. Malam itu adalah malam pemilihan ketua asrama putra. Seluruh senior asrama putra berkumpul di kamar ku. Iswan dan Arifin memilih menjadi seksi bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Baihaki memilih menjadi seksi kebersihan. Syamsu memilih menjadi seksi keamanan. Mitra memilih menjadi seksi minat dan bakat. Zainuri memilih menjadi bendahara. Ahamda memilih menjadi seksi keagamaan. Tak mau kalah, aku pun memilih menjadi senior. Hemmm... tinggal satu jabatan lagi nich, yakni ketua asrama. Dan senior yang belum dapat jatah adalah ajahari.
Awalnya dia menolak, setelah melalui perdebatan yang panjang akhirnya dia mengalah dan terpilihlah ajahari nurohman sebagai ketua asrama putra untuk satu tahun kedepan. Dimalam itu kami menyusun program kerja tentang apa yang akan dijalankan untuk kegiatan di asrama. Malam itu, kami bercerita tentang banyak hal hingga larut.
Malam berikutnya, Kami iuran untuk membeli sayuran. Kemudian kami bersama-sama memasak didapur. Setelah itu, kamipun makan bersama. Sungguh moment yang tak terlupakan. Kapan lagi kita bisa seperti itu? sebenarnya saya dulu punya kenangan seperti itu. cerita itu terjadi ketika saya masih menjadi yunior di asrama ulin nuha (waktu semester 1 dan 2). Kami sering makan bareng, bahkan sahur untuk puasa senin kamis pun bareng.
***
Hari itu adalah titik awal semua kegiatan dimulai. Ya, hari ini kita ada ceremony untuk membuka kegiatan kita secara resmi. Mulai dari seksi bahasa samapai olahraga. Kegiatan itu dipimpin langsung oleh pak Eka selaku pembina kami. Selain membuka secara resmi, kita juga sekalian sosialisasi mengenai kegiatan kita di asrama.
Ooo iya, kita juga diberi kesempatan lho untuk memperkenalkan diri. Terdengar suara gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan tempat kami melakukan kegiatan yakni di Aula utama STAIN Palangka Raya. Rasa wibawa tumbuh didada. Kami berjalan dengan tegap tapi santai menuju meja depan. Kemudian ‘time to show’, satu persatu kami memperkenalkan diri kami masing-masing.
Setelah itu, diasrama kami mulai dipanggil brother. Rasa saling menghormati kami bentuk agar tidak ada rasa benci diantara kita. Kami pun mulai menjalankan program kerja itu satu demi satu. Ooo, saya ucapkan terima kasih kepada member kelompok pertama saya, yakni kamar no 8, 12 dan 14. Mereka itu adalah orang-orang yang sungguh luar biasa, meski ada dari mereka yang membandel. Semoga saja bisa menjadi lebih baik lagi.
***
Hari-hari berlalu, program kerja dari kami sendiri maupun dari pembina mulai kami jalankan. Kami mulai memakai bahasa Inggris dan Arab.  Bila adzan subuh berkumandang, kami berangkat ke masjid sama-sama dan begitu juga adzan magrib. Meski kegiatan di asrama lumayan banyak, tapi itu tidak mengganggu jadwal kuliah maupun yang lainnya. Malahan kita dapat banyak manfaat dan ilmu jika kita dapat mengikutinya dengan baik dan juga kita harus pintar mengatur waktu.
Bangun pagi-pagi, kemudian membangunkan yunior kami. Itu merupakan rutinitas pagi kami. Jika hari itu adalah senin dan kamis, maka kami akan melaksanakan shalat tahajud berjamaah. Setelah shalat subuh, kita membaca al-qur’an sekitar 10 menit. Setelah itu, lanjut dengan pemberian vocab. Vocab nya gak lama koq, sekitar 15 menit. Setelah itu teman-teman sudah bisa melaksanakan rutinitas yang lainnya.
Pada awalnya, kegiatan diasrama diikuti oleh para yunior dengan baik. Mereka mengikuti semua yang telah terjadwal. Ketika magrib, subuh maupun isya, masjid selalu penuh dengan jamaah yang kebanyakan adalah mahasiswa yang tinggal diasrama. Namun lambat laun, mereka mulai membandel (maklum, baru jadi mahasiswa). Meski begitu kami para senior tidak patah semangat. Kami terapkan strategi absensi. Bagi yang melanggar akan mendapat hukuman. Mereka jadi bisa bangun pagi. Mungkin karna terpaksa atau takut dengan hukuman kami yakni masuk ke mahkamah bahasa.
Bagi kami sendiri, mahkamah bahasa sebenarnya adalah sarana bagi mereka untuk lebih meningkatkan kemampuan berbahasa mereka. Baik dalam bidang kosakata, cara membaca maupun percakapan. Namun hanya sedikit yang mau menurut. Bahkan sebagian dari mereka kabur dan tidak mau mengikuti mahkamah bahasa.
Pagi-pagi sekali, sebelum adzan subuh berkumandang, kami para senior yang mendapat giliran piket telah berjaga di pos satpam. Kami menerapkan hukuman jika para  yunior telat kemesjid atau tidak mengisi absen maka hukumannya adalah dengan mahkamah bahasa. Begitu juga adzan magrib, kami melakukan hal yang sama. Hasilnya mereka banyak yang lari-lari untuk datang kemesjid. Tapi tetap saja masih ada yang telat maupun tidak shalat dimasjid. Hari berikutnya, kami bekerja sama dengan para yunior untuk saling membangunkan ketika subuh. Sungguh kerja sama dan kekeluargaan yang baik.
***
Hari minggu adalah jadwal kami bekerja bakti. Kami saling gotong royong membersihkan asrama. Mulai dari depan, samping, koridor maupun belakang asrama. Baihaki selaku seksi kebersihan mengatur posisi kami. Ada yang dapat tugas membersihkan wc, ada yang mengepel. Pokoknya hari itu semua bekerja sama demi terciptanya kebersihan dan keindahan asrama.
Hal yang tidak terlupakan adalah setelah kerja bakti, kita makan wadai dan minum ala kadarnya bersama. Meski cuma sederhana tapi terasa nikmat dan terasa sekali suasana kekeluargaannnya. Sesekali mereka bercanda dan tertawa bersama. Eh iya, satu lagi. Ingat ketika setelah kerja bakti, kita buat es kelapa muda. Jasmin yang mendapat tugas memetik kelapa mudadibelakang asrama. Dia itu sungguh berani. Pohon kelapa setinggi itu, berhasil dia panjat.
***
Malam itu adalah malam minggu. Saya ingat betul malam itu. ketika itu ada pertandingan bola. Akhirnya kegiatan mingguan kami ganti dengan nonton bareng. Lagi-lagi membuat es. Banyak kami buat. Malam itu sungguh spesial karna kami mengundang pihak kampus. Karna bapak ketua STAIN sedang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, maka di wakilkan oleh bapak Harles Anwar, M.Si selaku pembantu ketua III. Beliau datang untuk memberikan sambutan dan membuka acara nonton bareng itu.
Malam itu begitu meriah. Sejenak melupakan beban dan tugas kuliah. Malam minggu memang ajang bagi kami para mahasiswa untuk bersantai dan mengurangi beban pikiran yang terus diguyur oleh setumpuk tugas maupin makalah. Kami menonton bola pun sampai malam. Kami nonton bareng di teras asrama yang khusus dibuat jikalau ada kegiatan. Setelah selesai menonton, kamipun kembali kekamar masing-masing dan bersiap tidur.
***
Kala itu, Dema STAIN Palangka Raya akan melakukan kegiatan Seminar Internasional. Mereka mengundang beberapa pemateri dari luar kalimantan. Yakni bang avin nadhir dari Indocita fundation dan leoni seorang native speaker dari jerman. Yang hebatnya lagi, mereka lebih memilih tinggal di asrama mahasiswa ketimbang di hotel. Kami banyak dapat ilmu dari bang avin. Bang avin adalah seorang motivator yang sudah mengisi acara motivasi diberbagai kota di Indonesia.
Malam itu, kami sempatkan untuk bisa berbincang-bincang dengan bang avin. Kami membuat acara di teras yang biasa kami gunakan untuk kegiatan. Bang avin memberikan banyak pengalaman. Acara itu dipandu oleh ahmada selaku seksi pendidikan. Sedangkan saya, sibuk dengan kesibukan saya yakni jepret-jepret kamera sambil mencari gambar yang bagus untuk keperluan dokumentasi.
Kegiatan pertemuan dengan bang avin malam itu berjalan dengan lancar. Mereka banyak bertanya tentang masalah-masalah yang merka hadapi. Mungkin ada juga yang curhat. Malam itu sampai jam 10 malam lebih. Hari berikutnya setelah kerja bakti, bang avin bergabung bersama kami dan kami foto bareng. Sungguh pengalaman yang luar biasa yang kami dapat secara gratis dari seorang motivator seperti bang avin. Aku berharap bisa bertemu lagi dengannya.
***
Pagi ini tidak seperti pagi yang biasanya. Kami para senior yang biasanya bangun pagi, entah kenapa pagi ini kami semua kesiangan. Kami bangun hampir jam 5.30 pagi, sehingga telat shalat subuh. Yang paling memalukan lagi adalah yang membangunkan kami adalah mr.Eka selaku pembina kami. Mungkin beliau heran karna salah seorang dari kami para senior tidak ada satupun yang kemesjid. Hemm, kira-kira kenapa yach?????
Malam itu, aku begadang. Baihaki juga iya. Kami dapat tugas banyak. Kami lembur sampai hampir jam 12 malam. Pagi itu, senior yang lain telah bangun untuk shalat tahajud. Setelah shalat tahajud kemudian tidur lagi. Selain rasa kantuk yang sangat, saat itu hujan juga turun. Rasa kantuk dan hawa dingin menyerang kami. Alhasil, kami semuapun terlelap dalam tidur. Sungguh pengalaman yang tidak boleh terulang lagi. Apapun yang terjadi kami tidak boleh bangun kesiangan lagi.
***
“Mandi-mandi”!!! Terdengar suara dari salah satu sudut ruangan. Ya, ruangan dengan lorong yang kecil itu selalu penuh sesak orang-orang yang mau mandi. Antri dengan banyak orang yang akan mandi. Antrian panjang itu seperti orang yang mau beli BBM. Mereka dengan sabar mengantri dan menunggu giliran mereka tiba meski tidak ada nomor antri.
Pemandangan ini selalu bisa kita lihat saat pagi dan sore, yakni saat akan kuliah dan saat menjelang adzan magrib. Pada saat itu, mereka tengah sibuk-sibuknya mandi. Suasana ramai, ada yang mengobrol, ada yang bercanda, ada yang mendengar lagu. Riuh dech. Sesekali ada senior yang datang mengontrol ketika mereka yang sedang mengantri. Sebagian dari mereka mandi diluar yakni dibawah pancuran.
Karna sakingnya banyaknya antrian, tak banyak dari mereka yang telat datang kemesjid saat magrib. Kalau untuk pagi, gak tau ada yang telat masuk kelas atau tidak? Atau mungkin mereka malah tidak mandi? Jawabnya ada diatas sana, atau coba tanya pada rumput yang bergoyang. Apapun jawabannya, itu adalah sebagian dari memori kenangan indah kita yang tak akan terulang untuk kedua kali.
***
Banyak kegiatan diasrama. Sudah sekian lama kami tinggal bersama. Tinggal seatap dengan rasa senasib sepenanggungan. Ada banyak hal yang terus terukir dihati. Banyak hal lucu, menjengkelkan dsb yang masih diingat dalam memori ini. Mungkin dalam‘short term-memory’ (ingatan jangka pendek) atau bahkan ‘long term-memory’ (ingatan jangka panjang). Yang jelas semua akan selalu terukir dan terhias dalam hati setiap orang yang pernah tinggal di asrama.
Layaknya budaya huma betang (rumah betang), kami tinggal satu dengan yang lainnya dengan akrab. Bila ada perselisihan, sebelum mencapai atau sudah mencapai berkelahi kita dapat menanganinya dengan hati dingin sehingga tidak ada rasa dendam dilain hari. Kami juga saling berbagi dengan yang lain. selain itu, teman merupakan tempat untuk curhat dan pinjam-meminjam. Pokoknya semua ada disini. Tempat yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hayat dan akan selalu terkenang.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Statistik