tukangterjemah.com

Jasa layanan alih bahasa berbagai dokumen, laporan, makalah, buku dan interpreting baik bahasa Indonesia – Inggris maupun bahasa Inggris – Indonesia.

JadwalSeminar.web.id

Menyediakan informasi seputar seminar, pelatihan, lomba dan event. Update info kamu dengan like Fanspage jadwalseminar

Dream Fashion store

Sedia baju mom and kids. Kunjungi blog dan dapatkan harga menarik

Pasang Iklan anda disini

dapatkan harga menarik kami. hubungi kami dan pasang iklan anda sekarang juga

Pasang Iklan anda disini

dapatkan harga menarik kami. hubungi kami dan pasang iklan anda sekarang juga.

Thursday, 15 December 2016

Delay Yang Menguntungkan

Keajaiban dan Kuasa Allah dalam Perjalanan ku

Pada siang itu, hari Jumat tgl 11 november 2016. Kebetulan, hari tersebut saya sedang berada di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Saya mengikuti Seminar Nasional dan Dialog Kebangsaan dalam rangka bulan bahasa 2016.

Perkenalkan, Nama saya Choirul Fuadi, Mahasiswa Pascasarjana UNY. Teman-teman memanggil ku irul / fuad / cho. Biasalah, gue kan keren...hehehhehe (udah ga usah protes).


Bandara Sultan Hasanuddin
Saya berangkat dari Kota Yogyakarta jam 17 Wib lewat dan tiba dikota Makassar sekitar jam 21 Wita. Baiklah saya akan bercerita bagaimana serunya perjalanan tersebut. Saya menghadapi kejadian yang tak terduga dan boleh dibilang ajaib, hanya kuasa dan takdir – Nya yang bisa menjelaskan ini semua.

Semoga kisah ini menginspirasi teman-teman pembaca. Satu hal yang pasti, kisah ini menghiasi dan menjadi bagian hidup saya. Tentu, kisah ini tidak akan saya lupakan... Hanya pada-Nya lah ku pasrahkan segala urusan.
***
Saya baru kembali dari rumah tante saya didaerah Bantul, sekira jam 12 siang. Kupacu kuda besi, motor astrea grand peninggalan Mbah Kakung. motor yang boleh dibilang tua, namun menjadi kebangganku.. hehehe

Saat itu, cuaca sedang tidak hujan namun mendung dan sangat berawan. Ya mungkin awan hitam kelihatanya. Namun saya tidak terlalu peduli, tetap kupacu dengan kecepatan tinggi. Dalam benak, saya harus segera sampai di Kos. oh ya, kos ku disekitar Kampus UNY.

Ingin segera sampai di kos dan kemas-kemas, Ya, saya akan melakukan perjalanan panjang menuju kota Makassar menggunakan pesawat. Ditiket pesawat yang saya beli di Traveloka.com, tertulis jam 15.45 Wib. Hati rasa tidak sabar ingin segera terbang dan sampai di Seberang Pulau sana, dikota yang terkenal dengan Pantai Losari.

Sesampainya dikos sekitar jam 1 siang, Subhanallah, mati listrik. Kamar gelap sekali. Langsung berlari kekamar mandi, apa yang terjadi? Zonkkk... air kosong.. Mampus dech aku pikirku... Badan rasa lengket karna belum mandi. 

Tanpa berpikir lama, langsung ku chat mas riyan via WA. Sebenarnya saat itu sudah mulai turun hujan. Satu sisi diriku pengen mandi hujan, tp ah sudahlah… Sisi diriku yang lain berteriak... "Udah gede woi.."

Aku : Mas tempat sampean matlis ga?
Mas Riyan : Ga rul, kenapa?” Jawab mas riyan
AKu : Mau numpang mandi boleh ga? Matlis n gada air di kos ku
Mas Riyan : ini saya juga mau mandi, sudah sini aja.

(percakapan disadur seperlunya,hehehe)

Siap-siap dan kemudian meluncur. Tak lupa ku mengabari teman-teman ku yang akan mengantar kami kebandara, mereka adalah Mas Paiman dan Naufal. They are the best friend that I ever had. Nanti kalian akan liat bagaimana aksi mereka (tenang ini buka kisah perkelahian koq)..hehehe

Eh iya, lupa mengenalkan, mas riyan itu ikut juga ke Makassar. Mas riyan ini asal Cirebon. Mas riyan itu satu angkatan dan satu kelas (Prodi ga usah ditanyakan ye, orang sekelas juga). Kalau bahas tentang mas Riyan, dia itu gokil dch orangnya kalau ngobrol. Bisa serius dan bisa bercanda, intinya tau kapan mau serius atau bercanda. Aktivitasnya sungguh luar biasa (Ga perlu dibahas ye, panjang ntar).

Sesampainya di kos mas yan (Panggilan ku di dia, hehehe), langsung dech mandi. Sebenarnya, dalam perjalanan menuju rumah mas riyan, saya kehujanan. Tp ga terlalu basah.
Sesudah mandi, jam sudah menunjukkan pukul 13.45 Wib.

Bercakap sebentar dengan mas riyan mengenai kondisi ini.. jam 2 kita putuskan untuk balik menuju kos ku. Menerobos hujan, tp pakai jas hujan..

Aku : Terobos aja ya mas.?
Mas Yan : Yo lah.
Aku : Yo wes, siap - siap.. Aku pakai jas dulu.

Kemudian kami bergegas pergi ke kos ku. Tak lupa mampir beli pulsa, ntar kan mau nelp disana. Persiapan intinya.

Sesampainya dikos, langsung kemas-kemas, memasukkan baju seperlunya dan hal-hal yang harus kubawa. Tapi tetap aja saya bawa koper. Jujur saya bawa lumayan banyak, karna sesuai rencana, sesudah dari Makassar saya akan melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Tengah dan akhirnya Pulkam.

Acara di Unhas pada Jumat - Sabtu, 13 & 14 November, sedangkan di hari senin, 14 november saya harus sudah berada di Palangka raya dengan agenda yang sama, yakni seminar dan persentasi makalah.

Jam sudah menunjukkan jam 14.15 Wib. Selama 1 jam 30 menit lg pesawat akan berangkat. Padahal check in dimulai sejak 90 menit (1 jam 30 menit) sebelum keberangkatan.


Parallel session 
Ada jawaban dari Mas pai dan Naufal, bahwa mereka siap berangkat. Mereka nekat menerobos hujan demi mengantar kami kebandara. 

Mas pai : Aku otw dari tempat kerja ku yo.. tunggu bentar.
Naufal : Ok po, meluncur..

Ya percakapan mereka via WA..hehehe

Jam 14.45 Wib mereka berdua sudah berada didepan kos ku dan kita berangkat menuju bandara. Saya berboncengan dengan mas pai dan mas riyan berboncengan dengan naufal.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih… hehehe eh kebalik…. Ya pokoknya begitulah.
Kondisi lalu lintas sepanjang jalan adi sucipto ramai lancar, namun lama-lama agak sedikit macet. Maklum masih hujan gerimis.

Melirik jam sudah mendekati pukul 15.00 Wib. Duh pikirku dalam hati, nyampe ga ya kebandara tepat waktu…

Setelah melewati amplaz, kemudian pom bensin sebelum lampu merah fly over janti, terlihat pak polisi mengatur lalu lintas.. 

OMG, genangan air atau boleh dibilang banjir akibat hujan itu cukup banyak. Mas pai dengan gigihnya menerobos genangan air itu. Sekitar 25 m banjir tersebut. 

Pertama-tama adalah sandal mas pai jatuh satu.. dan hilang terseret arus. Sedih aku mendengarnya, namun kata mas pai. Ah gpp..

Mas pai : Duh sendalku lepas ni..
Aku : lha gimana mas pai, apa kita stop dulu.. (padahal kita lagi berada ditengah genangan air itu n mengalir lagi, parah kan bro)
Mas pai : Udah, gpp aja.. ntar bisa beli lagi..

Weh, temen satu ini, sendal aja ga dipikirin.. hahaha

Mesin motor terlihat seakan mau mati. Mungkin busi yang terkena air.  Namun masih bisa terus melaju. Gassssss Poollllllll............

Mas Pai : duh giman ni, mau mati motorku..
Aku : Gpp mas, pokoknya terobos n gas pol.. hehehe (dulu pernah soale pas di SMP, jembatan yang sering kami lalui kalau hujan lebat, akhirnya banjir. Kalau ga diterobos, ya motornya digotong rame-rame).
Mas pai : Okkk....

Grung.. grung.. suara motor mas pai meraung seakan tidak mau kalah....

Namun… ketika dipenghujung banjir, tiba-tiba mesin motor mati. OMG !!!!! mesin mogok…..

Apa yang kami lakukan…. Dorong…….. jam sudah menunjukkan pukul 15.00 Wib.
Sesampainya didaerah yang tidak banjir, Kami terus menggenjot motor mas pai.. namun tidak mau hidup juga. 

Naufal dan Mas riyan lewat dan berhenti..

Naufal : Kenapa po?
AKu : Mati ini po.. palingan busi
Naufal : Terus gimana ni?
Aku : Udah kamu bawa aja mas yan ke Bandara. Habis itu balik lagi kesini yo.. 
         Mas yan, check aja dulu sampean. 
Mas riyan : Ok..
Naufal: Kami berangkat dulu yo 

Naufal dan Mas yan melaju menerobos padatnya lalu lintas Jogja sore itu. Sebenarnya tidak hanya kami, namun banyak motor lain yang mati mesin karna banjir tersebut.

Mas pai : duh gimana ini?
Aku : wes mas santai ae, stop disini.. kita coba hidupkan..
Mas Pai : Ok, sini pinjam sandalnya, buat genjot..
Aku : ini mas pai..

Tak lama berselang mesin motor mau hidup, namun sedetik kemudian terus mati lagi. Huft. Hati semakin berdebar – debar.

Usaha menggenjot motor terus dilakukan, bahkan ane juga gemes ikut bantu genjot juga. Alhamdulillah mesin motor tidak mau menyala. 5 menit kemudian, mas pai memutuskan utk menggunakan jasa ojek online. Go-Jek. Nah mas Pai kerja sebagai programmer di Go-Jek. Ya dia kerja sebagai programmer aplikasi go-jek diwilayah Yogyakarta. Jadi dia sangat paham..wkwkwk

Mas Pai : Ni, pakai Go jek aja yo.. tak pesenkan..
Aku : Yo wes ok aja.. lha sampean gimana?
Mas Pai : Wes sante ae..

Nah kalau si Naufal, dia itu mahasiswa S2 juga di Kampus UNY. Naufal berasal dari sebatik. Pulau dengan dua Negara, Malaysia dan Indonesia. ya, meski dia mahasiswa dari perbatasan, namun dia memiliki semangat luar biasa.

Lalu kemana naufal dan mas riyan. Mereka juga sempat berhenti saat motor kita mogok. Namun karna waktu mepet, saya menyruh mereka utk terlebih dahulu berangkat kebandara. Intinya check in duluan. Kbetulan tiket saya dan mas riyan dalam satu booking.

Jam 15.10 ada telp dari salah satu driver go-jek. Setelah memberi tahu posisi kami, beberpa menit kemudian driver tersebut berada disebrang kami, sehingga perlu memutar agar bisa masuk kejalur kami.

Driver Go Jek : Posisi dimana Pak?
Aku : Kami didekat perempatan Janti pak.
Driver : ok, saya menuju kesitu

Pernah suatu waktu ketika sedang mengobrol dengan mas pai tentang bahasa driver Go-jek (Motor ye, bukan Go-car yg mobil);

Aku : eh mas.. pengemudi go-jek koq driver sih namanya. Padahal kan secara bahasa kalau drive itu artinya mengendari yang beroda 4, atau lebih dari dua. Nah itu kan motor, harusnya rider. 
mas pai: (Senyum manis & cute banget... asemmm cowok tu.. )........... kalau itu istilah go-jek untuk menamai pengemudi ojek online mereka. (ane bukan protes ya… peace)
Aku : oooo... gitu.. bolehlah.

Kami menunggu lama, akhirnya jam 15.30 driver go-jek tiba disebelah kami. Selama menunggu, kami terus berusaha untuk menghidupkan mesin motor tersebut. Huft tapi masih tidak mau menyala. Kami tidak melihat bengkel dekat situ. Mas Pai jg ga bawa kunci motor untuk bengkel.

Pak driver go-jek bilang bahwa normal mutarnya deket, karna banjir, akses ditutup sehingga membutuhkan tempat putar yang lumayan jauh, ditambah kondisi jalan yang banjir. Tapi saya tetap bersyukur, ada yang bisa mengantar saya sampai ke bandara.

Driver Go jek : Maaf pak lama, jalanya diututp, mutarnya jadi Jauh.. Banjir soale.

Aku : Gapapa pak.. Pesawat saya jam 15.45 Wib. Bisa ga pak ngebut dan nyampe 10 menit ke Bandara.
Driver Go jek : Tenang aja, nyampe aja koq..
Aku : Oke dch pak, mari berangkat. (meski ga yakin sich 10 menit nyampe. secara jalanan lumayan padat).

Teringat tiket pesawat bahwa pesawat take off jam 15.45 wib, artinya masih kurang 15 menit lagi. Saya jg sudah berpesan kepada driver go jek supaya bisa membawa saya 15 menit sampai bandara. Jarak tempuh mungkin sekitar 5km mungkin. Ah pokoknya dari fly over janti ke bandara.

Nih saya kasih tau bagaimana kondisi saat itu. Hujan cukup deras, lalu lintas padat, air mengucur deras dipinggir jalan, bahkan ada yang meluber alias banjir dijalanan.
Saat itu, saya bawa koper dan tas ransel. Didalam tas ransel saya bawa laptop dan Alhamdulillah saya tuutpi tas saya dengan rain cover. Dalam saku baju saya ada hp saya. saya hanya memakai jaket saja, sedangkan jas hujan Cuma dipakai oleh driver saja. Kata pak driver sebenarnya ada jas hujan didalam motor, tapi karna ingin cepat, makanya ga berhenti buat pakai jas hujan.. langsung tancap gas pooollllllll.................

Driver go-jek meyakinkan saya bahwa bisa nyampe 15 menit sampai bandara. Pokoknya ngebut pool itu driver. Menembus macetnya jalanan.

Ketika ada jalur yg ksong namun itu adalah selokan, driver itu menerobos melewati itu. Semua itu demi hidup yang baik, hanya dia yang mampu melaksanakanya. Jujur saat itu saya takut sekali. Pertama saya takut ketinggalan pesawat. Kedua saya takut laptop dan hp saya. ketiga koper saya. keempat takut kecelakaan. Hanya bisa pasrah dan berdoa.

Luar biasa, saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak driver go jek itu. Saya tiba dibandara jam 15.45 Wib teman-teman. Setelah saya bayar, kemudian saya berlari memasuki bandara.
Sewaktu dipintu masuk, sebelum petugas bertanya kepada saya, saya lebih dahulu bertanya. “mas peswat lion ke makassar jam 15.45 udah berangkat blm?” Tanya dengan sedikit kedingin karna basah.

“owh mas pesawat jam 15.45 toe,” ucap salah satu petugas.

Tidak ada pemeriksaan tiket dan ktp. Mereka mempersilahkan saya masuk. Kemudian check barang bawaan n melewati detector. Aman ga bunyi.

Saat itu sudah lewat jam 15.45 wib. Tapi saya pede saja, mudahan saja masih sempet..hehe
Setelah masuk, langsung menuju konter lion n check in. petugas hanya bilang. “Mas koq baru dating?” Tanya mba-mba itu dengan penuh menyelidik.
“Hujan, motor mogok kena banjir dan akhirnya naik go jek,” jawabku singkat
“Mas ini KTP nya. Silahkan. Tadi sudah di check ini mas temanya,” ungkap mba-mba itu
“lho mba pesawatnya sudah berngkat blm,” tanyaku

Mba itu hanya memberi senyum. Saya tidak ingat jawaban apa yang kau beri mba..hahaha

Setelah koper masuk dan beres, saya langsung berlari menuju papan pemberitahuan. Taraaaaaa…….. lion delay 16.45 wib.. ternyata delay 1 jam.. Alhamdulillah. Delay ada untungnya.

Diruang tunggu bandara, kumencari sosok mas riyan yang telah tiba lebih dahulu.
Ternyata mas riyan baru keluar dari mushollah ruang tunggu bandara. Sejenak kemudian saya mengabari Naufal dan mas pai bahwa saya sudah sampai dibandara dengan selamat dan pesawatnya delay.

Kemudian ku bersujud karna td blm sholat ashar. Rasa menyesal bahwa saya telat. Padahal sebelum berangkat adzan asar telah berkumandang. Namun Allah menegur ku dengan segala halangan dan rintangan.

Kubersyukur bahwa Allah swt masih menunjukan kuasa-Nya bahwa segala sesuatu sudah Ia atur sedemikian rupa. Kita hanya boleh berpasrah kepada Allah.

Seusai sholat, check laptop. Ada embun dingn menyelimuti laptop ku. Rasa was-was dalam hati. 
Tekan tombol power dan hidup. Alhamdulillah. Selesai loading dan laptop berjalan normal. Lagi-lagi mengucap syukur atas anugerah hari ini.

Sembari duduk menunggu pesawat berangkat, kusempatkan menelpon kekasih tercinta yang berada dipulau seberang. Responya hanya kaget. Ia mengira bahwa masih besok penerbangan saya. Saya balas dengan tertawa.


Leaving for Makassar


Akhirnya, pukul 17.15 kami memasuki pesawat. Dan ada pemberitahuan dari Pilot bahwa antri penerbangan selama kurang lebih 15 menit. Masya Allah ternyata ada lampu merah jg utk pesawat ya.. hahaha

Eh iya, sesampainya nanti di Makassar, kami akan dijemput oleh teman kami, Sulfah namanya. 
Sulfah ini rekan kami satu kelas dan telah berada dimakassar sejak seminggu sebelumnya. Maklum dia orang sono. Kami bertiga perwakilan dr kelas n Kampus dalam acara tersebut. Masalah dana, saya jawab, semua berasal dari Allah swt.

Dia yang maha memperjalankan hamba-hamba-Nya kesegala penjuru dunia. Jadi ingat kisah isra miraj saat Nabi Muhammad saw  yang tertulis dengan abadi di surat Al Isra (17) ayat 1 yang berada pada juz 15, yakni melakukan perjalanan dari masjidil haram ke masjidil aqsa dalam waktu kurang dari 1/3 malam. Padahal jika dipikir secara logika, omg, luar bisa. Saat itu, blm secanggih saat itu ya. Langsung ditambah lagi naik di sidratul muntaha, langit tingkat tujuh. Ada yang tidak atas kejadian itu, banyak….. namun sebagai kaum muslim, kita wajin mengimani dan meyakini. Seperti abu bakar as sidiq yang langsung meng-amin-kan dan membenarkan perkataan dan cerita nabi atas peristiwa isra miraj. Lalu abu bakar mendapat gelar as-sidiq. Alhamdulillah.

Saya pribadi merasa kasihan kepad Sulfah, karna delay, jd dia harus menunggu kami berjam-jam lamanya dibandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Waktu kita naik pesawat, dia sudah berada di bandara Sultan Hasanuddin, menunggu kedatangan kami. Huft betapa perjuangan teman-teman. Pertolongan Allah melalui teman-teman yang baik hati, semoga diberi balasan yang setimpal dan dicatat sebagai amal ibadah. Saya tak tahu harus bagaimana membalas ini semua, hanya doa dan terima kasih yang bisa saya lakukan.

Perjalan dilanjut 2 jam didalam pesawat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dan akan berlangsung kisah saya selanjutnya.

Didalam pesawat saya teringat blm menunaikan ibadah shalat magrib. Jam menunjukkan pukul 17.45 dan pesawat take off meninggalkan kota Yogyakarta yang seiring menghilangnya sang surya dan perlahan langit gelap berganti dengan lampu kota, ku terbangkan tinggi mimpi ini. perjalanan memakan waktu 2 jam perjalanan dan sekarang dimakassar sudah jam 18.45. estimasi kedatangan jam 20.45 Wita atau 19.45 Wib. Ya, Jamak & Qasar adalah solusi dari-Nya. Sekali lagi kubersyukur, meski Dia memberi kewajiban kita untuk menghadap-Nya 5 kali dalam sehari, namun Dia juga member solusi atas setiap masalah kita, liat saja. sholat saja kita masih boleh menjamak. Subhanallah..

Lanjut kepada Kota Makassar

Part selanjutnya saya akan bercerita mengenai keajaiban yang saya alami di kota Makassar dan perjalanan saya didaerah itu.
Pada intinya, kita harus selalu bertawakal kepada Allah. Yakin –seyakin – yakinya kepada Allah. Gantungkan semuanya hanya kepada-Nya.

Saya ucapkan Terima Kasih kepada Mas Pai dan Naufal karna mereka begitu berani menerobos hujan dan banjir hanya untuk mengantarkan saya dan mas riyan ke Bandara. Tak lupa juga kepada driver go-jek yang skill mengemudinya luar biasa.

Sunday, 4 December 2016

Buku Mahasiswa Setengah Blogger

Setelah sekian lama menanti, akhirnya Buku Mahasiswa Setengah Blogger berhasil tercetak. Alasanya, lebih dikarenakan kebutuhan akan blogger. kecintaan pada dunia tulis menulis membuat saya bersama teman-teman menulis buku ini. Saya sendiri baru berkecimpung aktif dalam dunia blog baru setahun terakhir. 
Belajar blog secara otodidak dan dipandu langsung kepada penulis utama yakni Agung Prasetyo. kemudian ditambah oleh Nawassyarif, seorang praktisi dalam SEO blog. akhirnya lahirlah karya kami.
Menulis buku itu susah susah gampang. Intinya semngt 45. Penerbit yang kami pilih adalah Leutikaprio. Sebuah penerbit Indi dikota pelajar. ada beragam kemudahan, yakni dengan biaya paket murah dll. 

Spesifikasi buku :

Judul Buku : Mahasiswa Setengah Blogger
Penulis : Agung Prasetyo, Nawassyarif, Choirul Fuadi
ISBN: 978-602-371-330-1
Terbit: November 2016
Halaman : 145, BW : 132, Warna : 13

Harga: Rp. 66.700,00 (Promo 35.000 sampai tanggal 9 desember 2016)

Nah langsung saja baca resume bukunya dibawah ini:

Resume Buku

Blog sebagai sebuah media publikasi sangat erat dengan mahasiswa. Ilmu-ilmu yang di dapat di Kampus dapat dirangkum dan ditulis sebagai perpustakaan online, membagi ilmu pengetahuan, dan passive income. Tidak hanya itu saja, dengan memiliki blog juga meningkatkan personal branding penulis di Internet. Akan tetapi disatu sisi, sering kali blog-blog dengan materi yang bagus disajikan dalam bentuk format penulisan yang berantakan, tampilan blog yang acak–acakan, serta manajemen blog yang tidak teratur.
Permasalahan blog tersebut telah dijawab oleh buku ini. Buku ini menyajikan tutorial berdasarkan pengalaman praktis untuk bloging dengan blogspot mencakup tutorial, tips, dan trik membuat blog dengan blogspot tebaru 2016. Apa saja yang akan anda dapat di buku ini? Yaitu membuat blog, format penulisan artikel, merubah tampilan blog, SEO,  mendatangkan pengunjung dengan sosial media, merubah domain, mengaktifkan adsense video youtube, sampai mendapat komisi dari google adsense. Materi buku ini berdasarkan sumber gambar terbaru, termudah, cepat, sesuai kebutuhan.

Dengan belajar melalui buku ini anda bisa lebih menghemat waktu dari pada belajar secara otodidiak maupun mengikuti pelatihan. Buku ini juga akan mengajarkan pembaca mendapatkan passive income, dimana akan dibayar oleh Google Adsense pada saat tidur sekalipun.



Harga dipenerbit adalah sebesar Rp 66.700. Namun harga promo anda dapat membeli dengan harga Rp 35.000. Kontak kami 085787662844 (wa/line/telp/sms).



Thursday, 4 August 2016

Belajar Mengelola Kecewa Dari JI'RANAH

Di Ji’ranah hari itu ada kecewa. Ada kebijakan Rasulullah yang tak dipahami.
Ada keputusan yang disalahmengerti. Sangat manusiawi kelihatannya. Orang-orang Anshar merasa disisihkan selepas perang Hunain yang menggemparkan.
Mereka telah berjuang total. Mereka berperang di sisi Rasul dengan penuh kecintaan. Tapi, harta rampasan perang lebih banyak dibagikan pada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Sementara pada mereka, seakan hanya memperoleh sisa.
Padahal, semua orang tahu, sebagaimana Rasul pun juga mengetahuinya: merekalah yang berjuang dengan sepenuh iman ketika orang-orang Quraisy dan kabilah Arab itu lari tunggang langgang pada serangan pertama pasukan Malik bin Auf An-Nashry.
Maka, hari itu di Ji’ranah, ada yang kasak-kusuk, ada yang memercikan api, “Demi Allah, Rasulullah saw telah bertemu kaumnya sendiri!” Kalimat itu jelas sarat kekecewaan.
Hari itu juga utusan Anshar, Sa’d bin Ubadah menemui Sang Rasul. Hatinya gusar. Ia ingin segera sampaikan apa yang dirasakan sahabat Anshar pada beliau. Ada yang mengganjal di hati, tapi (mungkin) mereka anggap tak layak untuk disampaikan. Sa’d bin Ubadahlah yang memberanikan diri.
_“Ya Rasulullah, dalam diri kaum Anshar ada perasaan mengganjal terhadap engkau, perkara pembagian harta rampasan perang. Engkau membagikannya pada kaummu sendiri dan membagikan bagian yang teramat besar pada kabilah Arab, sementara orang-orang Anshar tidak mendapat bagian apapun.”_
Kata menangkap protes itu disampaikan dengan lugas tapi tetap santun. Ada kecewa, tapi iman mereka mencegahnya dari sikap yang merendahkan. Ada ganjal di hati, tapi bukan amarah tak terkendali.
_“Lalu, kamu sendiri bagaimana Sa’d?”_ tanya Sang Rasul.
“Wahai Rasulullah, aku tidak punya pilihan lain, selain harus bersama kaumku.” Jawab Sa’d menjelaskan perasaannya. Jujur. Apa adanya. Ia tidak menutup-nutupi bahwa dirinya juga kecewa. Rasulullah lalu meminta untuk mengumpulkan semua orang Anshar.
Pada mereka Rasul menenangkan.
_“Bukankah dulu aku datang dan kudapati kalian dalam kesesatan, lalu Allah berikan kalian petunjuk?_
_Bukankah dulu saat aku datang kalian saling bertikai, lalu Allah menyatukan hati kalian? Bukankah dulu saat aku datang, kalian dalam keadaan miskin, lalu Allah mengayakan kalian?”_
Orang-orang Anshar itu membenarkan.
Mereka memang sedang dilanda kecewa, tapi lihatlah betapa mereka memilih diam, dan tidak balik menyerang dengan kata-kata dan argumentasi yang dapat diungkapkan.
Disebabkan iman sematalah mereka bersikap hormat pada Sang Rasul, meski mereka teramat kecewa.
Saya bayangkan hari itu di Ji’ranah , para sahabat yang mengelilingi Rasulullah.
“Demi Allah, jika kalian mau kalian bisa mengatakan, _‘Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami membenarkan._
_Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan lemah, lalu kami menolongmu._
_Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan terusir, lalu kami memberikan tempat._
_Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan miskin, lalu kami yang menampungmu.”_
Saya bayangkan Rasul yang mulia menghela nafas sejenak...
Dapat kita rasakan kata-kata itu menggetarkan dada orang-orang yang diliputi iman itu.
Saya juga membayangkan tempat itu mendadak senyap, kecuali suara Rasulullah yang teduh.  dan akhirnya ....
Beberapa sahabat mulai menitikkan airmata.
_“Apakah ada hasrat di hati kalian pada dunia?”_ tanya Rasulullah tanpa susulan jawab dari para sahabat. Semua terdiam.
Pertanyaan itu mengetuk sisi terdalam dari jiwa para sahabat. Jiwa yang sejak semula disemai iman.
_“Padahal, dengan dunia itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar masuk Islam.”_ Rasul mulai menjelaskan alasan kebijakannya.
Saya bayangkan para sahabat Anshar yang mengangguk paham dalam diam.
_“Sedangkan terkait *keimanan kalian*, aku sudah teramat percaya.”_
Kata-kata itu begitu dalam dan jujur.
Tetes airmata tak kuasa lagi ditahan. Terlebih ketika Rasulullah melanjutkan, _“Apakah kalian tidak berkenan di hati jika orang-orang lain pergi membawa onta dan domba, sementara *kalian pulang bersama Rasul Allah?*”_
Sebuah perbandingan yang kontras.
Kesadaran itu hadir tidak tiba-tiba.
Tangis para sahabat meledak.
Jika bukan karena *iman*, kekuatan apa yang mampu menghadirkan kesadaran setelah kekecewaan? Sungguh, *iman* merekalah yang menyebabkan semua itu terjadi.
Kisah di atas teramat panjang. Dari dalamnya kita belajar bagaimana dalam komunitas kebaikan sekalipun, kekecewaan itu nyaris tak dapat dielakkan.
Setiap kita mungkin pernah kecewa.
Sebabnya bisa bermacam-macam.
Tapi sebagiannya karena kita tak persepaham dengan orang lain; apakah kelakuannya, kebijakannya, pernyataannya, perhatiannya, atau apapun. Kita pun bisa kecewa karena merasa tidak mendapat dukungan yang memadai. Kecewa itu bisa muncul dimana-mana, bahkan dalam dakwah sekalipun.
Di dalam bilik-bilik rumah bisa lahir kekecewaan. Suami kecewa pada istri atau sebaliknya, istri kecewa dengan suami. Di ruang-ruang kerja, kekecewaan dapat juga timbul. Di manapun ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kekecewaan bisa hadir tiba-tiba.
Dalam dakwah, kecewa bisa juga tumbuh bagai ilalang. Sebabnya bisa bermacam-macam. Gagasan yang ‘dianggap’ tidak diperhatikan, selera-selera yang tak sama, kebijakan qiyadah yang tak memenuhi keinginan kita, perilaku dan tindakan ikhwah, dan yang lain.
Hanya kekuatan imanlah yang mampu menjaga kita dari penyikapan yang salah saat kecewa. Sebagian di antaranya menyikapi dengan marah, dll.
Namun Sebagian yang lain mampu menyikapi dengan cara-cara yang lebih arif dan bijak.
Jika kecewa datang menggerogoti, periksalah kembali orientasi kita. Periksa pula niat-niat kita dalam beramal dan beraktivitas. Inilah saat paling tepat untuk menakar motif dan orientasi kita.
Semoga pengiring atas rasa kecewa adalah sikap lapang dada, semangat beramal yang makin menggelora, keikhlasan yang mempesona, dan penghormatan pada sesama.
Jangan biarkan, kekecewaan ditanggapi dengan aktivitas yang tidak memuliakan kita.
Jangan pula sampai kekecewaan menyeret kita pada devisit iman dan juga devisit emosi.
Sedari awal, kita memilih jalan dakwah, 
bukan karena ingin selalu disenangkan... bukan .. sungguh bukan karena itu
Bukan pula hasrat untuk terus dimenangkan. Kadang tak semua hasrat hati mesti terturuti. Begitulah tabiat perjalanan ini; kesediaan untuk berjalan bersama, mesti diikuti lapang dada atas segala kecewa yang muncul menggoda.
Kita memilih jalan dakwah semata karena berharap ridha Allah. Seluruh rasa kecewa itu hanyalah liliput atas kerinduan kita yang besar atas keridlaan Allah.
Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita dan menguatkan keikhlasan kita dalam beramal.
Aamiin Yaa Rabb
|Dwi Budiyanto|
#HikmahRamadhan

Thursday, 9 June 2016

Palangka Raya Banjir : Harus ada Perbaikan Drainase

Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah dan ruas jalan dalam Kota Palangka Raya, Sabtu lalu (4/6/2016). Hal ini diduga karena sistem drainase kota tak mampu mengelola tumpahan air akibat hujan deras yang mengguyur Palangka Raya.

Air hujan yang menggenangi seluruh ruas Jalan di Kota Palangka Raya bahkan mencapai 40 cm atau setara dengan setengah kaki orang dewasa.

Kejadian ini sontak membuat warga kaget apalagi yang melaksanakan aktivitasnya pada pagi hari, melewati ruas jalan yang banjir harus berjibaku dengan air. Ada beberapa kendaraan roda dua dan roda empat macet bahkan mogok dan harus di dorong oleh warga lainya untuk bisa melewati banjir.
Banjir di salah satu sudut kota Palangka Raya. terlihat pengendara sedang menerobos banjir

Pantauan di berbagai media, di berbagai komplek perumahan dan ruas jalan yang terkena dampak banjir yakni di wilayah Jalan Tumenggung Tilung, Jalan Rajawali, Jalan Yos Sudarso, Jalan G. Obos, serta hampir seluruh ruas jalan. Dan terparah di wilayah Jalan Ramin, Komplek Babusalam, Pananrung, sejumlah warga dilakukan evakuasi oleh tim relawan, aparat kepolisian hingga warga setempat karena air dalam dan tidak bisa dilewati.
Tak terkecuali di media sosial seperti Facebook, Instagram dan BBM, 90 persen warga masyarakat Kota Palangka Raya memponsting foto banjir melanda serta menggunakan status kebanjiran dan banjir dimana-mana.
Kalangan DPRD Kalimantan Tengah mengharapkan pemerintah provinsi segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya menangani drainase, khususnya di wilayah perkotaan yang mengalami genangan air maupun banjir.
Sekretaris Komisi D DPRD Kalteng Jimin Genang air di sejumlah jalan protokol maupun banjir di permukinan penduduk selain karena intensitas hujan yang tinggi juga akibat dari buruknya sistem drainase yang dibangun. di Palangka Raya.
"Kejadian banjir kemarin, harapan kami koordinasi pemprov, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi dengan pemkot segera dilaksanakan. Jangan sampai nanti ada dua tiga kali hujan, rumah warga terendam lagi. Perbaikan drainase harus lebih serius, jangan asal saja," ujarnya dia.
Sehingga sudah saatnya masalah drainase jadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama, sebelum Palangka Raya semakin padat. 

Dikutip dari berbagai sumber

Wednesday, 8 June 2016

Gubernur Kalteng Tetapkan Delapan Misi Pembangunan Daerah

Pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran-Habib Said Ismail telah dilantik pada Rabu (25/5) di Jakarta. Mereka dilantik secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Bahkan, kini mereka telah menetapkan delapan misi pembangunan daerah itu.

Dalam acara serah terima Jabatan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto mengatakan bahwa dalam kurun waktu lima tahun kedepan, pihaknya telah sepakat menetapkan visi pembangunan yakni mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dari visi tersebut, kemudian telah ditetapkan delapan misi pembangunan daerah. Kedelapan misi tersebut adalah penetapan rencana tata ruang wilayah provinsi Kalimantan Tengah, pengelolaan infrastruktur, kemudian pengelolaan sumberdaya air, pesisir dan pantai, pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi dan penganggulangan kemiskinan, kemudian peningkatakn kualitas tata kelola pemerintah daerah, pengelolaan lingkungan hidup dan sumberdaya alam serta pengelolaan pendapatan daerah. 
Gubernur/Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran-Habib Said Ismail dilantik pada Rabu (25/5) di Jakarta oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.


Dalam acara serah terima jabatan, turut hadir mantan Wagub Kalteng Achmad Diran, Kepala Kadin Kalteng Tugiyo, Anggota DPR RI Dapil Kalteng Hamdhani, Bupati/Walikota se-Kalteng, unsur Muspida dan FKPD.
"Terima Kasih kepada Bapak Hadi Prabowo yang telah bertugas di Kalimantan Tengah selama sembilan bulan 20 hari atau sejak 5 Agustus 2015 hingga 26 Mei 2016," kata Sugianto seperti dikutip Antara News Kalteng.com. 

Sementara itu, mantan Pejabat Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo berharap gubernur dan wakil gubernur segera melakukan berbagai terobosan dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memaksimalkan pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah. 

"Mengingat wilayah Kalimantan Tengah ini yang sangat luas maka saya berharap gubernur dan wakil gubernur terus berinovasi sehingga proses pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin merata," kata Hadi.


By Choirul Fuadi

Obrolan Istri minta Suami agar dipoligami

Ketika suami dan istri sedang melakukan perjalanan, sang istri memulai pembicaraan;


Istri : Abi, suami tu kebanyakan takut istri ya.

Suami : Hmmmm… Abi ga koq…

Istri : Buktinya.. Abi ga berani nikah lagi..

Suami : ha.. (nada keheranan)

Istri ; kan jelas abi di surat anisa, laki-laki itu boleh nikah lebih dari satu.

Suami : Hmmmm… jadi Abi boleh nikah lagi umi?




Istri : boleh Abi. Tapi ada syaratnya.

Suami : Apa syaratnya umi?


Istri : Mudah koq bi.. Cuma ada 3 syarat aja koq.

Suami : Apa itu Umi? (tanya suami dengan penasaran)

Istri : pertama , Abi harus nikah dengan perempuan yang lebih muda dari Umi.

Suami : Wah gampang umi.. banyak aja perempuan muda yang mau ma Abi.. Abi kan ganteng.

Istri : Ah abi kepedean.. Syarat kedua, Abi harus nikah dengan yang lebih cantik dari Umi.

Suami : Ya pastilah Umi…hehhe

Istri : Nah syarat yang terakhir… Langkahi dulu mayat Umi.

Suami : Eh…. (Kaget dan tetep menjadi suami yang istiqomah)

Obrolan Suami Istri Seputar Keuangan

Seorang suami istri sedang bercakap-cakap;

Istri : Abi,…..
Suami : Iya umi.
Istri : Abi itu miskin ya.. ga punya uang.
Suami : Hmmmmm… koq bisa
Istri : kan seluruh gaji abi disedekahin ke umi semua… hehehe
Suami ; owh iya ya… tapi sekarang Abi jadi tukang sedekah terbesar di keluarga ini.
Istri : Iya Abi. Jadi uang Abi, uang Umi juga. Gaji umi itu punya umi sendiri..hehe
Suami : hehe tapi gpp, kan Umi buat Abi…
Istri : eh Abi ni…. Sama aja..


Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Dilantik

Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya mendapatkan gubernur baru. Rabu, 25 Mei 2016 lalu, Sugianto Sabran-Habib Ismail dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
Sugianto Sabran-Habib Ismail dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di istana Negara.

Pasangan Sugianto Sabran-Habib Ismail telah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.

Suasana suka-cita meliputi  keluarga dan para pejabat serta tokoh masyarakat Kalimantan Tengah yang turut serta dalam acara pelantikan.

Pelantikan itu dirangkai dengan  acara penyerahan petikan Keputusan Presiden (Keppres) di ruang Kredensial dan dilanjutkan dengan kirab dari Istana Merdeka menuju Istana Negara.

Pelantikan pasangan Sugianto Sabran dan Habib Said Ismail sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng ini dilakukan bersama-sama dengan pelantikan  Gubernur Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau,dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.


By Choirul Fuadi

Peneliti Muda Dari SMAN 1 Mute Mendapat Medali di Tingkat Asia

Kita patut berbangga atas sejumlah prestasi yang diukir oleh generasi penerus bangsa. Salah satu contongnya adalah ANISA Saraswati. Anisa adalah siswi kelas XI IPA, SMAN 1 Muara Teweh. Anisa berhasil memboyong medali perunggu pada ajang Young Inventors Exhibition 2015 (AYIE) di Kuala Lumpur, Malaysia dalam penghargaan untuk peneliti belia di bidang matematika.


ANISA Saraswati, siswi kelas XI IPA, SMAN 1 Muara Teweh, berhasil memboyong medali perunggu pada ajang Young Inventors Exhibition 2015 (AYIE) di Kuala Lumpur, Malaysia


Anisa Saraswati mengaku senang pada ajang AYIE yang diikutinya. Anisa mendapatkan banyak pelajaran berharga seperti pentingnya belajar Bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Selain itu, kedisiplinan karena dengan disiplin dapat membuat sesuatu menjadi berharga.
Untuk perwakilan Kalimantan Tengah, diikuti oleh enam peserta dari Kapuas, Sampit dan Barito Utara. Lima peserta mendapatkan piagam dan medali, di antaranya Kapuas satu perunggu, Sampit mendapatkan dua perak dan satu perunggu, dan Barito Utara mendapatkan satu perunggu.
Razikinor, Kepala SMAN 1 Muara Teweh saat penyerahan penghargaan dan medali kepada Dinas Pendidikan Barito Utara, di lapangan upacara SMAN 1 Muara Teweh, Kamis (28/5/2015) lalu, mengapresiasi prestasi Anisa. Kemudian, pihak sekolah akan menambah guru pembimbing agar mengembangkan siswa dalam olimpiade sains.

“Pihak sekolah akan mengaktifkan kembali penelitian belia di sekolah dan menambah guru pembimbing untuk dapat berperan serta dalam pengembangan siswa pada olimpiade sains,”ungkapnya. 

Harapanya, keberhasilan Anisa dapat memotivasi seluruh siswa untuk aktif dan lebih banyak mengikuti ajang olimpiade sains sehingga tidak hanya satu saja yang dapat ikut pada tingkat nasional maupun internasional.


By Choirul Fuadi


Sunday, 5 June 2016

SEKOLAH 'KNOWING' vs SEKOLAH 'BEING' Part 2


Cara ini mulai diajarkan pd anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yg kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk 'Being', yakni manusia2 yg melakukan apa yg mereka tahu benar."

Betapa sekolah begitu memegang peran yg sangat penting bagi pembentukan perilaku & mental anak2 bangsa. Tidak hanya sekadar berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yg hanya mampu memberi ijazah kepafa para anak bangsa.
Karakter, perilaku dan kejujuran adalah landasan untuk membangun anak didik  yang lebih beradab dalam berperilaku, Bukan sekadar angka-angka akademik seperti yang tertera di buku-buku raport sekolah ataupun Indeks Prestasi IPK..
Kejujuran dan etika moral adalah prioritas utama, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian,  karena setiap anak terlahir pintar dan pendidikan itu sendiri adalah perkembangan

Oleh sebab itu ,Seyogyanya, kita  tidak perlu terlalu risau jika seorang anak belum bisa calistung ( baca tulis hitung ) atau Pipolondo ( Ping Poro Lan Sudo )  saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD sekalipun, Tapi mestinya  harus peduli jika sorang anak tidak jujur dan beretika buruk.

Pendidikan itu bukan persiapan utk hidup, karena  pendidikan adalah kehidupan itu sendiri

Dikutip dari berbagai sumber
Jadi kangen pengen sekolah lagi
Part 1

SEKOLAH 'KNOWING' vs SEKOLAH 'BEING'

Beberapa hari yg lalu, saya terkesima dg pesan dr salah satu tmn di grup.. luar biasa isi pesanya..
Mengenai pendidikan kita.... yg akhir2 ini muncul berita yg cukup membuat kita tertercengang.. mulai dr guru yg hanya krna mencubit murid akhirnberujung di bui, bahkan sampai ada mahasiswa yg membunuh dosenya sendiri.. luar biasa..

SEKOLAH 'KNOWING' vs SEKOLAH 'BEING'

  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ  

Kantor kami, Perusahaan PMA dari Jepang, mendapat pimpinan baru  
dari Perusahaan induknya di Jepang. Ia akan menggantikan Pimpinan yang lama yang memang sudah waktunya untuk  balik ke negaranya.
Sebagai patner,, saya ditugaskan utk kmendampinginya selama ia di Indonesia.
Saya menawarkan kepadanya selain perkenalan kpd relasi  juga ,  utk  melihat2 objek wisata kota Jakarta dan Bandung .  

Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman saya ini selalu berusaha utk mencari zebra cross. Berbeda dgn saya dan org Jakarta yg lain, dgn mudah menyeberang di mana saja sesukanya.

Teman saya ini tetap tdk terpengaruh oleh situasi. Dia terus mencari zebra cross ataupun jembatan penyeberangan, setiap kali akan menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dgn.sarana seperti itu.


Yg lbh memalukan, meskipun sdh ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang. Teman saya geleng2 kepala mengetahui perilaku masyarakat kita.

Akhirnya saya coba menanyakan pandangan teman saya ini mengenai fenomena menyeberang jalan tadi.

Saya bertanya, mengapa orang2 di negara ini menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah sarana utk menyeberang jalan. Sementara kenapa dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dgn sarana tsb..

Pelan2 dia menjawab pertanyaan saya, "It's all happened because of The Education System."

Saya kaget juga  mendengar jawabannya. Apa hubungannya menyeberang jalan sembarangan dgn sistem pendidikan?

Dia melanjutkan penjelasannya,
"Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yg hanya menjadikan anak2 kita menjadi mahluk 'Knowing' atau sekedar tahu saja, sedangkan yg kedua sistem pendidikan yg mencetak anak2 menjadi mahluk 'Being'. 

Apa maksudnya?

Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal utk diketahui para siswa. Sekolah tidak mampu membuat siswa mau melakukan apa yg diketahui sebagai bagian dr kehidupannya.

Anak2 tumbuh hanya menjadi 'Mahluk Knowing', hanya sekedar 'mengetahui' bahwa:
- zebra cross adalah tempat menyeberang,
- tempat sampah adalah utk menaruh sampah.

Tapi mereka tetap menyeberang dan membuang sampah sembarangan.

Sekolah semacam ini biasanya mengajarkan banyak sekali mata pelajaran. Tak jarang membuat para siswanya stress, pressure & akhirnya mogok sekolah. Segala macam diajarkan dan banyak hal yg diujikan,tetapi tak satupun dr siswa yang menerapkannya setelah ujian. Ujiannya pun hanya sekedar tahu, 'Knowing'.

Di negara kami, sistem pendidikan benar2 diarahkan utk mencetak manusia2 yg 'tidak hanya TAHU apa yg benar tetapi MAU melakukan apa yg benar sebagai bagian dr kehidupannya'.

Di negara kami, anak2 hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok:
1. Basic Sains
2. Basic Art
3. Social

Dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dgn kejadian nyata di seputar kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya TAHU, mereka juga MAU menerapkan ilmu yg diketahui dlm keseharian hidupnya. Anak2 ini jg tahu persis alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu.


Lanjut ke part 2

Sedekah Unik Warga Saudi


Sedekah Unik yang dilakukan warga Saudi

Sebuah kulkas berisi penuh makanan dan minuman, diletakkan di tepi jalan depan sebuah rumah. Setiap orang bebas mengambil atau menaruh makanan di sana, karena sengaja tidak dikunci.
Anak kecil aja sedekah, kamu kapan?

Hal ini merupakan ide kreatif dari seorang warga Hail, Arab Saudi untuk bersedekah memberi makan orang-orang miskin di sekitar rumahnya yang malu untuk mengemis di jalan raya.

Pria yang tidak ingin disebut namanya itu mengundang warga sekitar untuk menyumbang makanan berlebih di lemari es tersebut, agar nantinya kaum miskin dapat mengambilnya.

Cara bersedekah yang unik ini mendapat perhatian dunia luas dan banyak tokok islam yang mengapresiasinya melalui media sosial. Dikatakan bahwa sejumlah warga Bahrain ingin agar cara itu diterapkan di negaranya terutama saat Ramadhan yang akan datang sebentar lagi.

Semoga warga Indonesia juga bisa menirunya.

http://www.kaskus.co.id/thread/5370199180cf17f131000073/cara-sedekah-unik-ini-bikin-kagum-dunia/

Saturday, 4 June 2016

Belajar dari Anak Kecil


Sekedar cerita,...mungkin dapat diambil hikmahnya..
           
BELAJAR DARI ANAK KECIL

 Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.




“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :

“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya :

“Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”
“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu :

” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”
“Ketika saya masih TK, pak”

Tak terasa air mataku menetes :

“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :

“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Radit menyalami tanganku dan menciumnya.

“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Allah.. Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… Aku bergegas menuju  Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.

Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku.

TERNYATA MALAIKAT IZRAIL MENZIARAHI KITA SETIAP 21 MENIT


TERNYATA MALAIKAT IZRAIL MENZIARAHI KITA SETIAP 21 MENIT

Betapa sering malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam waktu 24 jam sebanyak 70 kali. Seandainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lupa untuk mengingat mati. Tetapi oleh karena malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikatul maut.




Coba kita lihat » 1 hari=24 jam=1440 menit. 1440 menit/70 kali malaikat melihat kita=20.571 menit, itu berarti Sang pencabut nyawa menziarahi kita setiap 21 menit.

Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa. Maka berkata Izrail: ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa’.”

Seorang sahabat pernah bertanya: “Wahai Rasululloh, Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasululloh SAW menjawab: “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling: baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas."
[HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy]

Semoga bisa menjadi asbab hidayah

#hijrah4istiqomah #muhasabah
#hijrah #istiqomah #death #kematian #dakwah #dakwahislam #nasihat #islam #muslim #taubat #moslem #sholat #deen #repent #repentance

Jualan SOTO cara langit



Dalam perjalanan kerja ke Solo, satu hari saya mampir makan di warung soto dekat hotel tempat saya menginap.

Habis Jum'atan saya mampir ke warung soto itu karena sangat ramai dikunjungi pelanggannya. Saya pikir soto ini pasti enak karena pengunjungnya sampai ke teras warung.

Suasananya rada aneh, ketika saya lihat sekeliling meja, banyak sekali abang-abang becak yang makan di sana.



"Emmm ,Pantesan rame, sotonya memang benar-benar enak !"

Ketika selesai makan dan mau membayar, Bu Amir pemilik warung soto itu melarang saya mengeluarkan uang,  "Tidak usah bayar Dik, terima kasih atas kunjungannya."

Dengan penuh rasa heran saya bertanya alasannya kenapa gak boleh bayar ?

"Ini hari Jumat Dik, di sini tiap hari Jumat gratis!"

Masya Allah, terjawab sudah kenapa sebagian besar yang makan di warung ini tukang becak. Setengah bingung saya mencoba mendekat ke tempat Bu Amir duduk.

"Ibu, apa gak rugi jual soto seharian gak dapat uang?", tanya saya setengah menyelidik.

"Dik, dari hari Sabtu sampai hari Kamis kan alhamdulillah kami dikasih rizki, dikasih untung sama Allah ! Kalau kami bersyukur dengan cara menggratiskan satu hari, untung kami masih sangat banyak untuk ukuran kami. Kalau mau jujur seharusnya kami memberikan hak kepada Allah minimal 30% ! Coba adik pikir, siapa yang menggerakkan hati pelanggan-pelanggan kami untuk datang kemari ? Kalau kami harus membayar salesman, berapa uang yang harus kami bayar ?Semoga dengan 1/7 bagian ini Allah ridho. Sebagian besar dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai 4 anak kami. Mereka kuliah semua Dik. Satu di kedokteran UGM, satu di Teknik Sipil ITB, yang 2 lagi di UNS sini. Kalau bukan karena pertolongan Allah, mana bisa usaha kami yang sekecil ini membiayai kuliah 4 orang !"  Bu Amir menjelaskan panjang lebar.

Jegerrrrrrrrr !!!!! Saya seperti disambar petir. Warung soto sebesar ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua ! Malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi!

Saya gak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah  makan soto gratis, saya masuk mall.Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir. Saya pikir, masa Bu Amir gak mau dikasih dompet secantik ini.

Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya."Lho, kok balik lagi, ada yang ketinggalan Dik ?", sapa Bu Amir heran.

"Mohon maaf Bu, ini hadiah dari saya tolong diterima. Anggap saja sebagai kenang kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya."

Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak, "Dik, terima kasih hadiahnya. Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pake dompet ini saja, kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada. Awet banget, tuh sampe sekarang masih bagus."

Bu Amir menepuk bahu saya seraya berkata, "Bawa saja pulang dan hadiahkan buat istrimu. Percayalah, istrimu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo. Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai. Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik" begitu kata Bu Amir sambil tersenyum. Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala.