Nikah Nunggu mapan atau Nikah untuk Mapan?

May 26, 2018


Nikah Nunggu mapan atau Nikah sambil cari Mapan?

Muncul pertanyaan apakah nikah nunggu mapan atau nikah biar mapan? Ada yang bilang, ah aku nikahnya ntar aja kalau sudah mapan. What? Apa definisi mapan itu? Apakah mapan itu sudah ada rumah, gaji berlimpah, mobil dan segala fasilitas dunia? Atau ditambah dengan bekal ilmu akhirat?

Disisi lain ada yang berkata “Nikah itu biar mapan”. Alasanya, perkara nikah itu adalah sesuatu hal yang harus disegerakan, apabila sudah terlihat mampu. Apalagi ditambah, jalur rezeki itu salah satunya adalah rezeki dari menikah.

Kira – kira jika ada frasa Nikah nunggu mapan atau nikah biar mapan?

Hmmm. Mari kita tengok definisi mapan menurut KBBI. Kata ma·pan (adjective) berarti mantap (baik, tidak goyah, stabil) kedudukannya (kehidupannya): cth penggunaan kata mapan : dia yg dulu lontang-lantung, kini hidupnya telah mapan-;

Jika berubah menjadi kata benda menjadi ke·ma·pan·an yakni hal keadaan mantap; kepuasan dng diri sendiri.

Jadi bisa disimpulkan bahwa mapan atau kemapaman ukuranya ya diri sendiri. Kata orang, hidup itu wang sinawang. Alias kadang ga sesuai yang orang lihat. Liat kerja honor di sekolah, eh tahunya gajinya kecil. Bisa jadi, ayahnya horang kahya, jadi ga usah pusing. Ataupun sebaliknya, intinya ada pada diri sendiri.

Baca: Nikah itu enak lho, ngapain nunggu lama?
Tips agar lancar akad 

Ada yang berkata, aku mau nabung dulu. Apakah salah, tidak? Pilihanya ada pada diri sendiri. Sekali lagi, pilihanya ada pada diri sendiri. Yang jelas, ketika ngomong mapan, secara tidak langsung langsung membayangkan masalah ekonomi, kesiapan ekonomi. kita lihat ilustrasi dibawah ini.
Nikah nunggu mapan atau nikah biar mapan
Bagan A. Nikah nunggu mapan. Catatan disini adalah punya rumah, mobil, resepsi dengan gaji 3 juta perbulan. Maka ilustrasinya seperti diatas.

Bagan B. nikah sambil cari mapan. Catatanya, rumah ngontrak, mobil masih berhemat.
Baik kiri dan kanan sama – sama ada plus minus. Tergantung bagaimana menyikapinya. 

Namun, selain alasan dunia, atau masalah harta, ada hal yang lebih penting utk menyegerakan menikah. Yakni, nafsu. Melalui nikah, kita bisa mengekang nafsu. Nafsu untuk sex misalnya. Nafsu soal berburu gadget atau beli barang. Meski sudah tekad kuat untuk menabung, ngiler juga lihat teman punya smartphone bagus. Disini, agar kita lebih terarah.

Selain itu, menikah juga sarana utk ibadah. Apa – apa ibadah. Masakin suami, ibadah. Jima dg istri, ibadah. Kerja untuk istri, ibadah.

Point penting lainya adalah tetap berpenghasilan. Yakin saja, istri bisa menerima bahkan mau membantu ekonomi keluarga, asal suami bersikap terbuka dan tanggung jawab. Jangan berleha atau santai, namun tetap berjuang untuk mencari nafkah.

Kalau masih ingin menunggu mapan, setidaknya punya penghasilan yang tetap dan tabungan cukup utk usaha, diiringi dengan memperdalam ilmu agama dan dunia. Nanti, akan ada ilmu baru dalam rumah tangga. Misal, harus pandai paku utk buat meja, betulin atap, nyemprot, bikin kue, masak. Semua mesti dipelajari.

Baca:Wanita ini bikin bangkrut suaminya Miliaran RupiahCara tepat menjawab pertanyaan kapan nikah

Berpenghasilan tetap penting, agar dipernikahan tidak pusing mikir uang. Tapi harus tetap dikelola dengan baik. Segede apapun penghasilan, kalau besar pasak daripada tiang, maka akan roboh juga rumah itu. Kecuali, jika rumah tsb diberi pertolongan, misalnya diberi tiang penyangga tambahan.

Tapi, batasan umur mungkin perlu dipertimbangkan. Karna akan ada garis lurus dimulai dari kita nikah hingga punya anak dan anak tsb sekolah.

Akhirnya, pilihan nikah nunggu mapan atau nikah untuk mapan adalah hak setiap individu. Faktor ekonomi adalah pertimbangan utama dalam hal ini. Jadi tetap berpenghasilan dan jangan berleha atau santai. Kerja kerja kerja.

Previous
Next Post »
0 Komentar