Blog ini memuat berbagai karya tulis, seperti sastra, cerpen, puisi, News, tentang Kalteng, tutorial, informasi, pengalaman, dan karya tulis lainnya

Sunday, 24 June 2018

Cara mengatasi Masalah ketidakcocokan di Awal pernikahan


Awal pernikahan; 5 tahun pertama pernikahan adalah masa – masa paling krusial – begitu banyak orang bilang. Katanya, jika pasangan berhasil melewati fase ini, maka selanjutnya akan lebih mudah dilalui. Alasanya, pada fase ini merupakan fase adaptasi terhadap kenyataan yang dihadapi yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Misalnya saja, menemukan karakter pasangan yang dibenci oleh kita, masalah urusan pekerjaan rumah tangga, dan masalah lainya.

Bagi kamu pengantin baru, mengenali pasangan dari berbagai sisi merupakan suatu keharusan. Lalu, bagaimana jika kamu sebagai pengantin baru menemukan adanya ketidakcocokan dengan pasangan kamu? Apakah kamu akan mundur atau bertahan? Berikut adalah tips mengatasi masalah ketidakcocokan di awal pernikahan!



Dikutip dan diadaptasi dari buku sayap – sayap sakinah karya Afifah Afra dan Riawani Elyta

Tanamkan dalam Pikiran bahwa tidak ada manusia yang benar – benar ideal

Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, akan tetapi dua keluarga. Secara biologi, tidak ada satu manusiapun yang sama, atau identik, bahkan kembar sekalipun tentu mempunyai perbedaan. Misalnya latar belakang, pendidikan, pola asuh orang tua, hobi, dan seterusnya. Yang paling lekat adalah karakter, kebiasaan, dan ego pasangan yang tentu berbeda. Seandainya jika kamu menemukan ketidakcocokan dengan karakter pasangan kamu dan kamu menginginkan berubah sesuai dengan yang kamu inginkan, apakah karakter kita sudah sesuai yang diharapkan pasangan kamu?

Nah, maka kita perlu memandang suatu persoalan dan perbedaan antara kita dan pasangan dengan bijak dan baik. Alangkah lebih baik jika kita lebih terbuka mengungkapkan pikiran – pikiran dan perasaan masing – masing. Tujuanya, agar kita bisa saling memahami dan menerima serta dijauhkan dari prasangka buruk.
Baca juga:
Kecantikan istri tanggung jawab suamiNikah Nunggu mapan atau nikah untuk mapan?Nikah itu cuma 10% yang enak, 90 % gimana?

Tanamkan dalam pikiran bahwa pernikahan bukanlah alat uji coba

Pernikahan adalah suatu hal yang serius, bukan main – main. Seiring perjalananya, tentu akan ada kerikil kerikil yang dihadapi. Solusinya adalah mencari jalan keluar atas masalah tersebut. Bukan sebaliknya, yakni menghindari. Perlu diingat bahwa masalah jangan sampai dipendam dan mengendap tanpa ada penyelesaian.

Kenapa? Karena akan menjadi “bom waktu” yang siap meledak. Dan bisa jadi kita dan pasangan akan jadi korban dari ledakan “bom waktu” tersebut.

Usahakan tidak melibatkan orang lain dalam menyelesaikan masalah. (kecuali jika kondisinya benar – benar darurat)

Mungkin kita perlu seorang mediator dalam penyelesaian masalah. Nah dalam hal ini, pilihlah pihak yang tepat dan layak dipercaya.


Baca:


Kerikil, badai dalam pernikahan pasti ada. Suka duka pasti ada. Jangan langsung mengumbar masalah atau curhat ke sembarang orang. Atau sedikit – sedikit upload di FB, curhat di FB. Hal tersebut bisa saja malah menambah masalah.

Baiknya kita dan pasangan saling berkomunikasi untuk penyelesaian masalah. Selain untuk penyelesaian masalah, cara ini berguna untuk menumbuhkan sikap dewasa pada kita dan pasangan. Berlatih mengalahkan ego, meningkatkan rasa saling kompromi, lapang dada terhadap karakter pasangan.

Akhirnya, mari sama – sama kita berdoa agar keluarga dan rumah tangga kita senantiasa dilimpahi rahmat, kebaikan dan keberkahan. Dan, kita dapat saling menjaga, menutupi, baik itu rahasia, kekurangan dan kelebihan, serta saling melindungi.

tag: masalah keluarga, parenting, tip atasi masalah ketidakcocokan, tip atasi masalah pasangan
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Statistik

Choirul Fuadi